Minggu, 10 Mei 2015

Inka Aulia Menuju Putri Muslimah 2015

Inka Aulia Menuju Putri Muslimah 2015

            INDRAMAYU 11/05/2015 – Terlahir dari keluarga sederhana dari Desa Sukaperna Kecamatan Tukdana Kabupaten Indramayu, Inka Aulia bertekad untuk mengharumkan nama baik Indramayu dan mengangkat harkat dan martabat keluarga yang sangat menyayanginya.

            Lulusan SMA Tukdana pada tahun 2011 dan merupakan alumni dari UPI Bandung pada tahun 2014 kemarin sarat dengan prestasi akademik dan juga supel serta banyak bergaul dengan berbagai kalangan dan masyarakat.

            Ketika masih SMA, Inka adalah anak yang penuh dengan prestasi,  pada tahun 2007 dia meraih juara 2 siswa berprestasi tingkat SMA se Kabupaten Indramayu kemudian selama berkuliah di UPI Bandung dan mengambil jurusan Bahasa dan Sasatra Inggris yang merupakan buah dari program beasiswa super motivasi yang dibiayai oleh Pemkab Indramayu.

Pada tahun 2011 dia dinobatkan sebagai Nok Dermayu, selanjutnya meriah gelar Putri Pariwisata Jawa Barat pada tahun 2013 dan juga memenangkan predikat Putri Budaya Jawa Barat 2013. Kemudian di tahun 2013 juga, Inka menjadi delegasi Kabupaten Indramayu Jambore Pemuda Indonesia dan ASEAN. Berbagai prestasi itu menjadi modal dirinya untuk mengikuti ajang pemilihan Putri Muslimah 2015 yang digelar di salah satu tv swasta nasional.

"Saya mohon dukungan dan partisipasi dari seluruh Indonesia dan khususnya warga masyarakat Kabupaten Indramayu untuk mendukung Inka di ajang pemilihan ini, malam grand final akan ditayangkan nanti pada hari Rabu tanggal 13 Mei 2015 mendatang," kata Inka.

Inka menambahkan, bentuk dukungan itu bisa datang langsung ke studia tv nasional tempat berlangsungnya grand final dan bisa mengirim sms dengan format ketik PMI (spasi) INKA kemudian dikirim ke 98888 untuk Telkomsel dan 97288 untuk Indosat dan XL. (DENI / Humas Pemkab Indramayu)

 

Pansel Umumkan 15 Nama Hasil Seleksi


INDRAMAYU 11/05/2015 - Panitia Seleksi Calon Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama secara resmi mengumumkan hasil dari sejumlah tahapan untuk direkomendasikan kepada bupati, Sabtu (9/5). Sebanyak 15 nama berasal dari 3 besar pada 5 jabatan yang sejak beberapa waktu lalu belum dijabat oleh pejabat definitif.

Ketua Pansel, DR Ujang Suratno SH MSi seperti yang ditulis Bagian Humas dan Protokol Setda Indramayu menyampaikan, 15 nama yang ditetapkan tersebut merupakan peraih peringkat 3 besar dalam setiap formasi jabatan atas tahapan seleksi. Selanjutnya, untuk menentukan nama yang bakal menjabat pada jabatannya akan dipilih oleh bupati selaku penggunanya.

 "Kami telah melaksanakan tahapan seleksi administrasi, kompetensi manajerial, kompetensi bidang, dan rekam jejak. Keputusannya ada di tangan bupati sebagai usernya," jelasnya.

Dari kelima jabatan itu, pejabat yang akan menempati posisi pada formasi sekertaris DPRD (Setwan) akan ditentukan setelah dilakukan dikonsultasikan terlebih dulu dengan pimpinan DPRD. "Khusus untuk setwan akan konsultasi dulu dengan pimpinan DPRD. Memang berbeda dengan formasi lainnya," sebut Ujang.

Disebutkannya, 3 nama dengan raihan nilai tertinggi pada formasi setwan adalah DR Dudung Indra Ariska SH MH (Camat Kandanghaur), Ir Akhmad Budiharto MM (Sekertaris Dinas Pertanian dan Peternakan), dsan H Suwenda SSos MSi (Sekertaris Badan Lingkungan Hidup). Pada jabatan kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, yakni H Kamud SH (Staf Ahli Bidang Administrasi), Iding Syafrudin SE MSi (Kabag Agama dan Kesejahteraan Rakyat Setda), dan Drs Yudi Rustomo MSi (Sekertaris Dinas Perikanan dan Kelautan).

Berikutnya pada Disdik, DR HM Ali Hasan MPd (Sekertaris Disdik), DR H Akil MPd (Kabid PLS Disdik), dan DR Ahmad Syadali MEd (Sekertaris BKD). Pada jabatan kepala Dinas Cipta Karya tertulis Didi Supriadi BE SSos (Sekertaris DCK), Nurman ST (Kabid Jalan Dinas Bina Marga), dan Ir E Rukanda Suradinata (Kabid Fisik Bappeda). Sedangkan jabatan Direktur RSUD Indramayu, terdiri dari dr H Deden Bonni Koswara MM (Wadir Pelayanan RSUD), dr Hj Lisfayeni MM (Kabid Promkes Hukum, Humas RSUD), dan dr H Muhamad Toha MSi (Kabid Sosial Budaya Bappeda).

Disampaikannya, lelang jabatan yang dilaksanakan tersebut pada awalnya mendapatkan 41 nama dari hasil seleksi administrasi. Lalu pada prosesnya terdapat 3 nama yang mengundurkan diri dengan alasannya masing-masing. (DENI / Humas Pemkab Indramayu)


Kamis, 07 Mei 2015

Anak Yatim Piatu dibekali Bebek dan Entog

Anak Yatim Piatu dibekali Bebek dan Entog

            Pribahasa jangan memberi ikan, namun berilah dia pancing nampaknya betul-betul dipahami oleh Bupati Indramayu dan jajaran Kodim 0616 Indramayu. Sebanyak 2.015 anak yatim piatu dari berbagai wilayah di Kabupaten Indramayu diberikan bekal untuk bisa hidup mandiri dengan menerima bebek dan entog untuk selanjutnya bisa dikembangbiakan dan kelak nanti bisa dipetik hasilnya.

            Penyerahan secara simbolis bibit bebek dan entog dilakukan Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah ketika berlangsung kegiatan pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-94 tahun 2015 di Desa Sumberjaya Kecamatan Kroya, Kamis (07/05/2015).

            "Jika diberikan uang tunai maka akan cepat habis karena dikonsumsi secara instan, namun dengan diberikan bebek dan entog ini para anak yatim piatu diberikan kepercayaan dan tanggungjawab untuk memilihara hingga bertelor dan beranak pinak. Filosofinya mereka diberikan tanggungjawab dan pendidikan," kata bupati.

            Seperti yang ditulis Bagian Humas dan Protokol Setda Indramayu, kegiatan TMMD tersbut mengerjakan berbagai kegiatan baik fisik, non fisik, dan berbagai kegiatan sosial lainnya. Beberapa kegiatan fisik yang saat ini tengah  diker­jakan yakni pengaspalan jalan di Blok Jurangpereng dengan panjang sekira 1.000 meter dan lebar tiga meter, pelebaran dan per­kerasan jalan poros desa anta­ra Desa Sumber Jaya-Temiyangsari, jembatan pintu masuk ke kantor desa dan pembangunan jembatan Watrirn.

Bupati menegaskan, selain pekerjaan pen­gaspalan jalan lingkungan, TMMD juga mengerjakan 12 unit rutilahu yang kini se­dang berjalan dan dikerjakan bersama antara TNI dan war­ga. Kemudian juga berbagai kegiatan social seperti pengobatan, bakti social, dan lainnya juga diperuntukan bagi warga Desa Sumberjaya dan sekitarnya.

"TMMD merupakan berkah bagi warga Desa Sumberjaya, karena dengan TMMD beragam sarana prasarana akan diban­gun. Imbasnya perekonomian masyarakat setempat dan desa lainnya akan bangkit," kata Didi.

Kegiatan TMMD ke-94 tersebut dibuka secara resmi Pangdam III Siliwangi, Mayjend Dedi Kusnadi Thamim dan akan berlangsung sejak tanggal 7 sampai dengan 27 Mei 2015 mendatang. (Deni / Humas Pemkab Indramayu)

Rabu, 06 Mei 2015

Anna Bantu Pasien Atresia Bilier


Anna Bantu Pasien Atresia Bilier

            Sejak lahir Zahwa Dewi (1,5) telah memiliki kelainan saluran empedu  Atresia Bilier, kelainan tersebut   adalah suatu keaadaan dimana saluran empedu tidak terbentuk atau tidak berkembang secara normal. Akibatnya  terjadi penumpukan di fungsi hati dan mengalami pembekakan atau membusung.

            Penderitaan yang dialami oleh balita Zahwa yang berasal dari Desa Limbangan Kecamatan Juntinyuat tersebut mengugaah hati seorang ibu yang tak lain adalah Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah untuk langsung mengunjungi dan menengok balita tersebut yang saat ini tengah mengalami perawatan di ruang anak RSUD Indramayu, Rabu (06/05/2015).

            Begitu tiba di kamar perawatan Zahwa, orang nomor satu di Indramayu tersebut langsung mengelus kepala Zahwa yang tengah tertidur pulas dan dilanjutkan melakukan perbincangan dengan kedua orang tuanya untuk menanyakan keinginan dalam proses penyembuhannya.

            "Bapak dan ibu maunya bagaimana, kalau mau dirujuk lagi ke RS Hasan Sadikin atau rumah sakit lainnya kami dari pemerintah kabupaten dan juga Yayasan Gempur Gakin siap untuk memfasilitasi dan membantu proses penyembuhan Zahwa, semuanya tergantung bapak dan ibu," tanya Anna kepada orang tua Zahwa.

            Menanggapi hal tersebut, kedua orang tua balita itu dengan tegas mengatakan bahwa dirinya hanya siap di rawat di RSUD Indramayu. Hal ini mengingat proses penyembuhan untuk Zahwa meskipun di rujuk ke RS lain akan sulit disembuhkan.

            "Terima Kasih kepada ibu bupati yang sudah memperhatikan dan membantu kami, kami ingin Zahwa sembuh, namun demikian biarkan  Zahwa tetap dirawat di RSUD Indramayu. Selama ini memang sudah sering dirujuk ke RS Hasan Sadikin," kata orang tuanya.

            Wakil Direktur Bidang Pelayanan Medis RSUD Indramayu, dr. Deden Boni Koswara menjelaskan, atresia bilier terjadi karena adanya perkembangan abnormal dari saluran empedu dalam maupun diluar hati yang bisa berupa tidak adanya atau kecilnya lumen pada sebagian atau keseluruhan saluran empedu yang menyebabkan hambatan aliran empedu. Akibatnya didalam hati dan darah terjadi penumpukan garam empedu dan peningkatan kadar bilirubun direk.

            Untuk proses penyembuhan Zahwa ini bisa dilakukan dengan operasi cangkok hati ketika berusia 3 tahun. Penyakit tersebut merupakan penyakit langka namun keberadaannya di Indramayu ditengarai cukup banyak.

            "Kita hormati keputusan kedua orang tuanya yang mau tetap dirawat di RSUD Indramayu ini, kami berikan pelayanan maksimal agar kondisinya membaik. Bupati pun tadi sudah menawarkan untuk dirujuk ke RS yang lebih memiliki peralatan yang memadai, namun kedua orang tuanya menolak, kita hormati keputusan orang tuanya," tegas Deden. (deni / Humas Pemkab Indramayu)

            


Senin, 04 Mei 2015

Bupati Indramayu Himbau PNS Gunakan Produk Dalam Negeri


Bupati Indramayu Himbau PNS Gunakan Produk Dalam Negeri

INDRAMAYU 04/05/2015 - Bupati Indramayu mengeluarkan Surat Edaran Nomor : 510.1/554/Perek yang berisi tentang kewajiban memakai produk dalam negeri bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan seluruh Direksi serta karyawan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu.

Wakil Bupati Indramayu, H. Supendi seperti yang ditulis Bagian Humas dan Protokol Setda Indramayu menuturkan, seluruh pimpinan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) dan seluruh jajaran aparatur sipil negara serta seluruh direksi dan karyawan BUMD untuk menggunakan produk dalam negeri dalam berbagai aspek.

 "Surat edaran bupati tersebut dikeluarkan untuk menindaklanjuti Surat Menteri pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Nomor : B/54/M.PANRB/2/2015 tentang penggunaan produk dalam negeri bagi Aparatur Sipil Negara" ungkapnya.

Wabup menambahkan, semestinya semua pegawai melaksanakan secara konsisten ketentuan mengenai peningkatan penggunaan produk dalam negeri dilingkungan instansi pemerintah Kabupaten Indramayu.

 "Dalam pengadaan barang/jasa, termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasa nasional, harus mengutamakan penggunaan penyedia barang dan jasa nasional untuk memaksimalkan penggunaan hasil produksi dalam negeri dengan memberikan preferensi harga untuk barang produksi dalam negeri dan penyediaan jasa pemborong nasional kepada perusahaan penyedia barang dan jasa," tandasnya.

Supendi menambahkan, ketentuan mengenai peningkatan penggunaan produk dalam negeri diatur dalam UU Nomor 3 Tahun 2014 Tentang Perindustrian, dalam bagian keempat pasal 85 sampai dengan pasal 90 dan INPRES nomor 2 tahun 2009 tentang penggunaan produk dalam negeri dalam pengadaan barang/jasa pemerintah. (Toyib / Humas Pemkab Indramayu)


Selasa, 28 April 2015

Dinsosnakertrans Cetak Wirausahawan Muda

Dinsosnakertrans Cetak Wirausahawan Muda

INDRAMAYU 28/04/2015 - Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Indramayu berkomitmen untuk terus menciptakan para wirausaha baru. Komitmen itu diwujudkan dalam bentuk pelatihan dengan menggunakan Mobile Training Unit (MTU) bagi para masyarakat Indramayu.

Seperti yang dirilis Bagian Humas dan Protokol Setda Indramayu, Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Indramayu, Dady Haryadi, SH menjelaskan, kegiatan pelatihan kewirausahaan tersebut bekerjasama dengan  Balai Trasmigrasi Provinsi Jawa Barat. Pelatihan yang dilaksanakan sejak tanggal 22-24 April 2015 di Desa Penganjang Kecamatan Sindang  itu diikuti oleh 30 peserta yang terbagi dua kejuruan pelatihan yaitu las listrik dan pengolahan hasil pertanian.

Dady menambahkan, pelatihan ini dilakukan untuk mendukung program Bupati Indramayu dalam rangka mengurangi angka pengangguran serta mendukung program Gubernur Jawa Barat yaitu menciptakan 100.000 pengusaha muda.

"Pelatihan tersebut dimaksudkan agar masyarakat yang belum tahu menjadi tahu dan yang belum termotivasi menjadi termotivasi untuk menjadi wirausahawan muda yang mandiri, tentu saja ini sangat mendukung program Bupati Indramayu untuk menekan angka pengangguran dan mendukung program 100 ribu pengusaha muda yang digulirkan oleh Gubernur Jawa Barat," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja serta Transmigrasi pada Dinsosnaker Kab. Indramayu,  H. Iman Sulaiman, ST., M.Pd mengatakan , program pelatihan yang diselenggarakan oleh institusinya terus mendapatkan dukungan dari masyarakat dan juga pihak luar. Keberadaan MTU yang telah dimiliki oleh lembaganya sangat membantu dalam menyelenggarakan berbagai pelatihan terutama yang berada di kecamatan-kecamatan.

"Dengan MTU ini, maka kami yang akan mendatangi masyarakat, pelatihan yang sudah dilakukan ini merupakan salah satu wujud nyata dari program Bupati Indramayu dalam menekan pengangguran di Kabupaten Indramayu," tegas Iman. (deni / Humas Pemkab Indramayu)

 



Senin, 27 April 2015

Tumbuhkan Kemandirian Tata Kelola Daerah


            INDRAMAYU 27/04/2015 – Kebijakan otonomi daerah kedepan menghadapi tantangan dan tuntutan. Otonomi daerah dituntut menumbuhkan kemandirian penyelenggaraan tata kelola pemerintahan daerah yang aspiratif, transparan, dan akuntabel.

Hal tersebut disampaikan Bupati Indramayu, Hj. Anna Sophanah saat menjadi pembina apel pagi bag para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Alun-Alun Indramayu, Senin (27/04/2015). Apel tersebut bertepatan dengan Peringatan Hari Otonomi Daerah (OTDA) ke-19 tahun 2015.

Membacakan amanat Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Bupati Indramayu mengatakan otonomi daerah dituntut pula untuk mengharmoniskan pemanfaatan berbagai sumber daya local dan kearifan daerah yang merefleksikan perlunya kesiapan kapasitas pengetahuan dan ketrampilan masyarakat.

"Di tengah-tengah kemajemukan di tingkat lokal, regional dan nasional, OTDA dituntut menumbuhkan kemandirian penyelenggaraan tata kelola pemerintahan daerah yang aspiratif, transparan dan akuntabel" ujar Bupati.

Bupati menambahkan, saat ini terdapat 542 daerah otonom yang terdiri dari 34 Propinsi, 415 Kabupaten dan 93 Kota. Jumlah yang masif ini di satu sisi memerlukan berbagai pengaturan yang bersifat generik untuk menjamin sinergitas perencanaan dan pembangunan secara nasional.

"Keberagaman masyarakat harus dapat direfleksikan dengan pengadaan berbagai kebijakan daerah yang menjamin hak-hak hidup serta dapat menumbuhkan berbagai kreasi dan inovasi untuk kemajuan daerah" ungkap Bupati.

Selain itu, Bupati mengatakan OTDA mendorong munculnya para pemimpin daerah yang kapabel dan akseptabel melalui pemilihan kepala daerah secara langsung, termasuk juga untuk mendapatkan pemimpin daerah yang peduli serta dapat merespon cepat terhadap berbagai permasalahan masyarakat. (TOYIBIN/ Humas dan Protokol Setda Indramayu)